HUKUM,SENTUHLAH MEREKA

by Khayyi muslih on 09:49 PM, 09-May-09

Category: Indahnya Pekalongan









Desa itu masih sepi.jangankan jalan beraspal,listrikpun belum menjamah.Bisa dibayangkan,betapa asri dan alaminya suasana desa yang keadaan tanahnya subur itu.
Suatu ketika,kulihat truk-truk besar bermuatan roling-roling kabel dan tiang-tiang penyangganya berdatangan membuat bising telinga yang selama ini hanya bercengkrama dengan nyanyian dan siulan burung-burung serta musik-musik alam lain.
Waktu itu aku masih kecil,mungkin usiaku 2 tahunan,bersama anak-anak lain,kami teriak-teriak kegirangan.Entah apa yang dulu kupikirkan,mungkin karena ada hal baru yang kulihat hingga kami merasa terhibur.
Listrik masuk kampung,begitulah kata orang-orang tua.
Pembangunan desa terus berlanjut,karena tak lama setelah listrik selesai,jalan utama desa pun diaspal dan menjadi jalan utama dikecamatan kami.
Desa yang dulu sepi kini mulai ramai,apalagi dengan adanya angkutan desa yang melintas,belum lagi diperbatasan desa dibangun sebuah pabrik textile,semakin ramai dan bisinglah telinga-telinga kami.
Kehidupan warga desa berubah,banyak pemuda-pemuda yang biasanya kerja disawah atau kerja menjadi kuli dihome industri yang kadang kerja kadang tidak telah direkrut menjadi karyawan dipabrik itu.Walaupun gajinya standar umr,tapi lumayan soalnya bisa kerja tiap hari dan tiap bulan dapat gaji..Hehe
persoalan baru muncul,saat perusahaan tak bisa mengurus limbah yang dihasilkan dan hanya membuangnya kesawah-sawah penduduk.Pencemaran air terjadi disepanjang sungai sampai-sampai air sumur pun berubah warna.
Sebagian warga ada yang mendapat ganti rugi,itupun setelah ada aksi demo dan dari perusahaan meninjau kelokasi yang kena dampak limbah liar.
Waktu terus berlalu,meski terasa cepat tapi kenyataanya anak-anak telah tumbuh menjadi remaja dewasa,.Banyak perubahan-perubahan terjadi disegala sudut desa itu.

Rumahnya terletak tak jauh dari pabrik textile itu berada,suara bising mesin-mesin tenun dan lalu lalang karyawan sudah menjadi hal biasa baginya.Tapi aneh,.Hingga timbul pertanyaan dalam hati.
"apakah gerangan yang membuat ia menjadi penangguran,kalaupun kerja juga serabutan"??
Dengan setengah berbisik ia menjawab
"akulah penentang pegawai-pegawai korup,bukan aku tak mau,tapi aku tak sudi bila budaya kotor masih membudidaya".

Tunggalisme<mementingkan keluarga.
Koncoisme<mementingkan golongan.
Sogoisme<budaya sogok menyogok/suap.

Setiap perusahaan-perusahaan besar,walau pemiliknya sudah pasti kaya,.Dalam kenyataannya dalam berbisnis mereka diberi kemudahan oleh pemerintah.Tujuannya menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka kemiskinan bagi masyarakat.Bukan hanya pada satu golongan ataupun kerabat-kerabat pegawainya.Melainkan semua warga.

Eehmm.Taulah sekarang,.Biarpun korupsi gencar dibrantas,tapi masih banyak hal yang membuat rakyat tertindas.
Itulah sekelumit dari ribuan kisah tentang keadilan yang tidak merata bagi seluruh rakyat indonesia

TUNGGALISME,KONCOISME,DAN SOGOISME.BUDAYA DAN TREND PEGAWAI YANG BELUM TERJAMAH HUKUM



katagori : coretan

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

8 responses to "HUKUM,SENTUHLAH MEREKA"

qj1l_- [08:47 PM, 18-May-09]

Keep ur bloger..Good luck

qj1l_- [08:47 PM, 18-May-09]

Keep ur bloger..Good luck

Wiwit [07:13 PM, 09-Aug-09]

Panjang banget... Aku juga dari pekalongan kota batik "Wiwit.mywapblog.com"

Echa [05:45 PM, 03-Sep-09]

Yes..g0od reality in village -city

Iwan [11:57 PM, 14-Jan-10]

Mb0h kbeh sle,uag kelingan ngalian jaman mbien... gud lak j awh...

syafrin [04:51 PM, 23-May-10]

syafiah

Khayyi muslih [03:32 PM, 05-Jun-11]

حي

Khayyi muslih [03:33 PM, 05-Jun-11]

حي

Subscribe to comment feed: [RSS] [Atom]

New Comment

[Sign In]
Name:

Email:

Comment:
(You may use BBCode tags)