Penjahit di kota batik

by Khayyi muslih on 06:42 AM, 19-Oct-10

Hidup di kota yang masih berkembang seperti di pekalongan kadang penuh pertanyaan. Lika-liku kehidupannya berubah begitu cepat, apalagi bagi kaum buruh seperti kami, Perubahan demi perubahan sangatlah kerasa. Bila hari ini bisa tersenyum dan bermimpi, dengan tekad dan semangat juang yang tinggi untuk bertahan hidup, kadang di hari esok mimpi itu harus di kubur dan impian itu hanyalah impian kosong belaka.

Hampir sebulan setelah liburan idul fitri, Aku yang berprofesi sebagai penjahit, sebagaimana nasib teman-teman lain se profesi kondisinya sangat sulit di tebak. Di pekalongan, menjahit kini hampir menjadi mata pencaharian utama, bila dulu batik dan industri textile menjadi tumpuan sebagian masyarakat pekalongan. Sekarang, hampir disetiap desa terdapat industri rumah tangga yang bergerak di bidang konveksi. Bila di hitung rata-rata, kurang lebih 50% pemuda dan remaja dipekalongan adalah penjahit.

Apakah kerja menjadi penjahit itu menghasilkan, sehingga banyak hampir separuh remaja di pekalongan menekuninya??

Sebelum memberi jawaban, cobalah tengok sebentar dan perhatikan dengan teliti. Bila para penjahit adalah karyawan lepas, dalam arti dia bekerja tanpa adanya ikatan dan tunjangan apapun. Sedangkan para pengelola konveksinya juga merupakan seorang buruh yang bekerja pada seorang pengusaha juga tanpa adanya ikatan dan tunjangan dengan sytem borongan. Lalu bagaimana nasib para penjahit seandainya dari pengusaha tersebut tidak menyetok sanggan/kerja'an dengan alasan barang yang kemarin belum laku, pasar sepi dll. Sedangkan kita para penjahit setiap hari butuh makan dan segala macam kebutuhan hidup??. Hanya dua Jalan yang biasanya kita ambil, menganggur untuk menunggu atau mencari dan pindah kerja ke konveksi lain yang masih ada kerjaan. Seperti saat ini, disaat pasar katanya sepi, banyak penjahit yang harus keluar masuk konveksi guna untuk sekedar bertahan hidup, di tambah lagi cuaca yang tidak menentu,. Selalu saja harus menunggu batik kering untuk bisa kerja.,

tetap semangat, maju terus pekalongan dengan karya dan senimu.

Labels : batik, penjahit, konveksi, pekalongan, buruh, coretan

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

4 responses to "Penjahit di kota batik"

Khayyi Muslih [06:51 AM, 19-Oct-10]

Tetep senyum:d

Bendho [03:19 AM, 07-Dec-10]

Gnilah nasib kaum buruh

Ngeblog itu menyenangkan [01:02 AM, 25-Jan-11]

Sabar aja mas, apalagi musim ujan gini

axen [05:40 PM, 09-Dec-11]

sama bro profesinya kaya aku,salam kenal brot sama sama orang pekalongan sama2 penjahit.di tunggu kunjungannya di http://axen.mywapblog.com

Subscribe to comment feed: [RSS] [Atom]

New Comment

[Sign In]
Name:

Email:

Comment:
(You may use BBCode tags)