SESAL YANG TAK BERUJUNG
Sesal tak pernah datang sebelum semua terjadi,.
Tak ubah kayu yg terbakar menjadi abu..
Ia tak akan kembali meski berjuta air mata tercurah untuk meratapi..
Suara itu masing terngiang jelas..
Dengan parau ibuku memanggil namaku..
Lantunan ayat suci berkumandang,.
Ku lihat ibu mendekap
pasrah menuntun ia
melantunan asma illah..
Allah..Allah..Allah..Kudengar meski dengan suara parau,.
Kulihat setitik air mata meleleh dipipinya..
Maafkan ibumu nak,.Mungkin banyak kesalahan yg kami lakukan,.Saat ini kami meminta maaf atas segalanya..
Bacaan ayat suci masih melantun..Saat ku lihat matanya berkaca-kaca..Dan dari mulutnya masih terdengar suara walau tak jelas..
Sedikit demi sedikit suara itu melemah..
Melemah..Dan hilang,.
Di iringi nafas dan detak jantung yg terakhir,ia pergi..Ia telah kembali kepada penciptanya..
Ia pergi dalam pelukan ibunda tercinta..
Inalillahi wa ina ilaihi rojiun
tak terasa air mataku meleleh,.Tp aku harus tegar..Ini kenyataanku,.Kenyataan yang harus kuhadapi..
Dalam hati aku hanya berkata"maafkan aku adikku,selama ini aku tak pernah merawatmu.,aku hanya mementingkan diri pribadi,maafkan aku"..
Bayangan itu terus datang,.Suaranya...
Aku terdiam,.Berat lidah ini berujar..Dan ragaku..
Aku tergetar saat sesal itu datang membayangku..
Kini,dalam dekapan bumi ragamu terdiam,.Semua impian,asa dan cita telah terkubur bersamamu.,semoga yang Maha penyanyang mencurahkan kasih-nya dan menerimamu disisi-Nya serta memaafkan segala kesalahan2mu,amin
katagori : coretan


